Halaman

Rabu, 10 April 2019

Rasakan 3 Manfaat Ini Saat Tertawa

Rasakan 3 Manfaat Ini Saat Tertawa
Manfaat tertawa
Rasakan 3 Manfaat Ini Saat Tertawa Tertawa ternyata bukan hanya aktivitas yang menggembirakan. Melainkan juga menyehatkan.
Manfaat tertawa yang berkualitas ternyata cukup luas, yaitu memproteksi diri dari masalah emosional yang disebabkan oleh depresi dan stres jangka panjang.
Kesehatan jantung dipercaya akan selalu terjaga ketika seseorang sering tertawa.
Beberapa manfaat tertawa untuk kesehatan seperti dilansir laman MSN.

1. Menurunkan Tekanan Darah
Penelitian telah menemukan dampak positif pada aliran darah peserta penelitian setelah mereka setelah menonton acara hiburan berbasis komedi.
Satu studi, misalnya, mengamati peningkatan pelebaran pembuluh darah pada orang yang menonton film lucu.
Kepatuhan arteri menunjukkan peningkatan selama 24 jam setelah subjek menonton film.
Tertawa kemungkinan bukan solusi lengkap untuk jantung yang sehat, tetapi tampaknya berkontribusi terhadap efek positif.

2. Menghilangkan Stres
Respons fisik yang disebutkan di dalam tubuh juga mengaktifkan respons stres Anda sebelum mendinginkannya secara tiba-tiba. Hasilnya, Anda mengalami perasaan santai.
Faktanya, satu penelitian mengaitkan antisipasi tawa dengan berkurangnya tingkat tiga hormon stres – kortisol, epinefrin, dan dopac. Mereka ditemukan menurun masing-masing 39 persen, 70 persen, dan 38 persen.
Meskipun ini adalah efek jangka pendek, ada kemungkinan bahwa tertawa bisa memainkan peran terapi dalam jangka panjang.
Terapi tawa telah dipelajari sebagai alat manajemen stres, terutama bagi mereka yang menderita kecemasan dan depresi.

3. Meningkatkan Imunitas
Lee Berk dari Loma Linda University, California mengatakan bagaimana tertawa juga dikaitkan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah dan aktivitas sel pembunuh yang lebih tinggi dalam tubuh.
Sel-sel ini membantu sistem kekebalan tubuh Anda mempertahankan tubuh terhadap penyakit.


sumber : https://sulsel.pojoksatu.id/baca/rasakan-3-manfaat-ini-saat-tertawa

Dukung Gamers Juara Piala Presiden

Dukung Gamers Juara Piala Presiden
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto foto bersama dengan atlet e-sport Bekasi
Dukung Gamers Juara Piala Presiden Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendukung penuh atlet e-sport Kota Bekasi yang akan bertanding pada ajang Piala Presiden E-Sport, yakni kompetisi terbesar di Indonesia yang digelar dari Februari hingga Maret.
“Ketertarikan anak muda menjadi gamers sangat tinggi, untuk itu tepat sekali ada wadahnya supaya bakat mereka tersalurkan. Nah, itu dibuktikan Bekasi sebagai salah satu tuan rumah Piala Presiden E-sport dari 8 kota. Saya mendukung penuh atlet gamers Bekasi untuk mampu menunjukan skill-nya di kancah nasional,” kata Tri beberapa waktu lalu.
Ada 2 tahapan yang dijalani oleh peserta yaitu kualifikasi regional dan nasional. Delapan kota menjadi tuan rumah yakni Denpasar, Palembang, Surabaya, Makassar, Manado, Solo, Pontianak dan Bekasi. Sebelumnya, Tri Adhianto menghadiri langsung pertandingan dan memberikan medali pada final regional Bekasi, Minggu (3/3) bersama Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. Humble E-sport Team keluar sebagai juara dan mewakili Kota Bekasi untuk selanjutnya bertanding dengan finalis dari kota lainnya dalam memperebutkan trofi Piala Presiden E-sports.
Melalui Piala Presiden E-sport 2019 ini, Tri berharap muncul nilai-nilai positif yang dapat diambil oleh para peserta khususnya anak muda yang hobi bermain game.

“Nilai sportivitas e-sports ternyata bisa menjadi salah satu cara untuk mengajarkan generasi muda untuk tetap menghormati dan menghargai orang lain. Saya berharap peserta dapat mengembangkan value yang ada di e-sports, seperti disiplin, kerja sama, kedisiplinan dan kolaborasi,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tri.

Grand Final Piala Presiden E-sport 2019 sendiri akan dilaksanakan pada 30-31 Maret 2019. Adapun game yang dimainkan adalah Mobile Legend.


sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/08/dukung-gamers-juara-piala-presiden/

Persiapan Pemilu Layanan SIM dan SKCK Ditiadakan

Kompol Erna Ruswing
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing
Persiapan Pemilu Layanan SIM dan SKCK Ditiadakan Polres Metro Bekasi Kota akan meniadakan layanan pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) jelang Pemilu 2019.

Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing mengatakan, peniadaan layanan dilakukan mulai tanggal 16 April sampai 19 April 2019 medatang.
“Untuk pelayanan SIM dan SKCK ditiadakan karena adanya persiapan Pemilu,” kata Erna kepada Radar Bekasi, Selasa (9/4).

Dirinya menghimbau, supaya masyarakat yang  masa berlaku SIM dan SKCK – nya akan habis segera mengurus di Polres Metro Bekasi Kota.

“Apabila ada yang hendak perpanjang (SKCK), dari sekarang diperpanjang. Demikian juga kalau pembuatan (dan perpanjangan) SIM, kalau sudah waktunya pada tanggal 16 – 19 mati, silahkan segera diperpanjang,” ujarnya.


sumber : https://radarbekasi.id/2019/04/09/persiapan-pemilu-layanan-sim-dan-skck-ditiadakan/

Ini Penyebab Kemacetan Tol Japek yang Berdampak ke Kota Bekasi

CECEK KOSASIH
Deputy GM Traaffic Management Jasa Marga Cabang Jakarta – Cikampek, Cece Kosasih.
Ini Penyebab Kemacetan Tol Japek yang Berdampak ke Kota Bekasi – Sejumlah ruas jalan di Kota Bekasi mengalami kemacetan sejak pagi hinnga siang hari, Selasa (9/4). Hal itu disebabkan karena kemacetan yang terjadi di Jalan Tol Jakarta  – Cikampek (Japek).
Pantauan Radar Bekasi, sejumlah jalan yang mengalami kemacetan diantaranya Jalan Raya Sultan Agung, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan KH Noer Ali Kalimalang dan Jalan Mayor M. Hasibuan.

Deputy GM Traffic Management Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Cece Kosasih mengatakan, kemacetan tersebut terjadi akibat sedang dilaksanakanya pemasangan batang jembatan (erection girder) di ruas Tol Japek pada malam harinya.

Pemasangan batang jembatan untuk proyek Jakarta Cikampek II (Elevated) ini dilakukan di KM 14, KM 22 dan KM 41 Tol Japek.

Selain itu, kemacetan juga disebabkan karena adanya dua kendaraan yang mengalami kerusakan di dalam Tol Japek arah Jakarta. Pertama, truk yang mengalami patah sasis yang menyebabkan truk bermuatan sepeda motor dibelakangnya terperosok saat hendak menghindar.

“Kebetulan, pagi tadi pukul 05.50 WIB ada truk yang patah sasis ke arah kota (Bekasi). Lalu, truk lain yang bermuatan kendaraan bermotor menghindari truk sebelumnya. Karena terlalu pinggir, truk tersebut terperosok hingga menutup lalu lintas. Sebenarnya lokasi tepatnya di tol dan efeknya hingga ke Kota Bekasi ini,”


sumber : https://radarbekasi.id/2019/04/09/ini-penyebab-kemacetan-tol-japek-yang-berdampak-ke-kota-bekasi/

Jumat, 29 Maret 2019

Penerimaan Pajak dari Influencer Diprediksi Meningkat

Illustrasi Sosial Media
Media sosial influencer
Penerimaan Pajak dari Influencer Diprediksi Meningkat – Potensi penerimaan pajak dari influencer media sosial (medsos) cukup menggiurkan. Pada 2017, pemerintah menerima pajak Rp2,7 miliar dari sekitar 51 wajib pajak yang mencatatkan diri sebagai YouTuber dan selebgram.
Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengawasan Perpajakan Puspita W. Surono mengatakan, pemerintah memang tidak menerapkan aturan khusus untuk para influencer itu.

Sebab, Indonesia menganut sistem pajak self-assessment. Wajib pajak secara mandiri melaporkan penghasilan dan harta kekayaannya kepada negara. “Memang sistem di Indonesia begitu. Jadi, kami cuma bisa mengingatkan (wajib pajak),’’ kata Puspita di Hotel Atlet Century Park, kemarin.
Tahun ini Puspita mengaku tidak mempunyai target khusus. Namun, seharusnya, penerimaan pajak dari segmen itu meningkat. Sebab, jumlah influencer di Indonesia juga semakin banyak seiring berkembangnya perekonomian digital.

Puspita menegaskan bahwa pajak untuk para influencer tidak berbeda dengan profesi-profesi yang lain. Jika sang influencer mempunyai tim yang terdiri atas videographer, fotografer, manajer, dan lain-lain, dia akan dikenai pajak UKM.

Tarifnya 0,5 persen dari omzet per tahun. Namun, jika profesi itu berstatus sampingan, sang influencer wajib melaporkannya sebagai penghasilan.
“Tetap dilaporkan sebagai penghasilan tambahan dalam SPT-nya (surat pemberitahuan),’’ jelas Puspita.
Tahun ini pemerintah menargetkan total penerimaan pajak Rp 1.577,56 triliun. Itu sekitar 73 persen dari total penerimaan negara. Sementara itu, target defisit anggaran tahun ini Rp 295,9 triliun atau 1,84 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Kekurangan anggaran tersebut ditutupi dengan utang. Menurut Puspita, jika warga negara taat membayar pajak, Indonesia akan semakin bebas utang. Kalau masyarakat tidak suka kita berutang untuk pembangunan, itu bisa. Asalkan, ya, semua orang yang pendapatannya di atas PTKP (penghasilan tidak kena pajak) taat membayar pajak,’’ ucap Puspita.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengungkapkan, sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, pemerintah diperbolehkan mengelola anggaran dengan defisit maksimal tiga persen PDB.
Artinya, negara diberi ruang untuk membiayai pembangunan lewat utang. Jika ekonomi tumbuh tetapi ketaatan pajak di suatu negara masih rendah, utang tak dapat dihindari.

“Kita bisa, kok, mengurangi defisit APBN kalau kita semua sudah memenuhi kewajiban membayar pajak,’’ tutur Aviliani.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/28/penerimaan-pajak-dari-influencer-diprediksi-meningkat/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Kepatuhan Pejabat Pemkab Jeblok

Dugaan Penggantian Kepala Puskesmas Sepihak Ditelusuri
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Bekasi tengah berbaris
Kepatuhan Pejabat Pemkab Jeblok – Tingkat kepatuhan pejabat pemerintah Kabupaten Bekasi terkait penyampaian Laporan Harta Kekayaan Negara (LHKPN), terendah se-Jawa Barat.
Dari 295 pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi yang wajib menyampaikan LHKPN, baru sekitar 37 pejabat melaporkan harta kekayaannya.
Kondisi itu menjadi catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk perihal komitmen pimpinan kepala daerah Plt Bupati Bekasi.

Hal itu dipertegas Spesialis Muda Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK, Galuh Sekardhita Buana Chandra Murti, usai pelaksanaan bimbingan teknis terkait pengisian format LHKPN, di Gedung Wibawamukti Kabupaten Bekasi, Rabu (27/3).
Kata Galuh, komitmen kepala daerah sangat menentukan para jajaran atau bawahan terkait kepatuhan penyerahan LHKPN. Menurutnya, jika kepala daerah tingkat kepatuhannya masih rendah, akan berdampak kepada bawahan.
Lanjut Galuh, pihaknya sudah melayangkan surat berbentuk sanksi administrasi sepekan lalu untuk kepala daerah, terkait masih rendahnya tingkat kepatuhan pejabat Pemkab Bekasi.
“Kebetulan catatan kami Plt Bupati Bekasi belum menyerahkan, dari data per tanggal 24 Maret 2019. Tingkat kepatuhan di Pemkab Bekasi ini sekitar 8 persen. Kemudian terbaru hingga hari ini (kemarin) bertambah menjadi 11 persen. Namun itu juga masih yang terendah di bawah Depok 17 persen dan Kota Cirebon,” jelasnya.
Sambung dia, dari 295 pejabat wajib lapor, hanya 11 persen atau 37 pejabat di Pemkab Bekasi yang melaporkan harta kekayaannya.
Dari hasil observasi Direktorat PP LHKPN, rendahnya kepatuhan pejabat negara melaporkan LHKPN, diakui Galuh, kerap terjadi di sejumlah daerah. Padahal, pelaporan harta kekayaan wajib sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999. UU tersebut berkaitan tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Serta UU 30/2002 tentang komisi pemberantasan tindak pidana korupsi.

Selain itu, penyederhanaan prosedur pun telah dilakukan. Bahkan pejabat hanya perlu melaporkan harta kekayaan secara praktis melalui daring. Hanya saja, ketidakpatuhan kerap terjadi.
“Untuk beberapa daerah keluhannya karena jaringan sinyal yang kurang baik, serta kemampuan pengoperasian internet yang belum baik. Tapi hal itu tidak terjadi di Pulau Jawa,” tegasnya.
Menurutnya tidak ada lagi alasan pejabat untuk tidak melaporkan harta kekayaannya. ”Jadi bukan lagi persoalan prosedur. Karena kalau pun ada kesulitan dapat meminta KPK untuk melakukan pendampingan. Tapi secara umum lebih pada personalnya, kemauan mereka menyampaikan LHKPN,”kata Galuh.

Sambung Galuh, rendahnya tingkat kepatuhan pejabat Pemkab Bekasi, tidak pada pejabat Pemkot Bekasi, dan Pemkab Karawang. Dimana dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat, Pemkot Bekasi dan Pemkab Karawang memiliki tingkat kepatuhan tertinggi.
“Hingga 24 Maret 2019 kemarin, Kota Bekasi menjadi yang tertinggi dengan 98 persen pejabatnya sudah menyerahkan LHKPN, kemudian diikuti dengan Pemkab Karawang,” ujarnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Uju mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada para pejabat wajib LHKPN. Salah satunya kata Uju, tertundanya kenaikan pangkat bagi pejabat yang tidak menyerahkan LHKPN.

Guna meningkatkan kepatuhan LHKPN, pihaknya telah menerbitkan surat imbauan. Selain wajib, LHKPN menjadi syarat bagi pejabat untuk mengikuti lelang jabatan tingkat Eselon II.
“Kami tetapkan bahwa salah satu syarat kalau ingin ikut lelang jabatan harus melaporkan LHKPN. Jadi LHKPN ini menjadi kesempatan bagi mereka yang ingin ikut lelang,” katanya.
Di sisi lain, Uju mengakui tingkat kepatuhan pejabat Pemkab Bekasi tergolong rendah meski surat teguran telah dilayangkan pada mereka yang membandel. Sedangkan, ketika disinggung penyebab banyaknya pejabat yang tidak patuh, Uju enggan menanggapi lebih jauh. “LHKPN itu wajib, kalau wajib berarti yang tidak melakukan dosa. Harusnya ditanya ke orangnya kenapa tidak melapor,” ujarnya.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/28/kepatuhan-pejabat-pemkab-jeblok/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Motorway Murah

Motorway Murah – Saya pilih lewat jalan tol. Yang di Pakistan disebut Motorway. Dari Lahore ke Islamabad. Sejauh 370 km. Ke arah utara.
Baru tahu: di Pakistan tiket jalan tolnya murah sekali. Dibanding tol menuju kampung saya di Magetan. Lahore-Islamabad ini hanya 680 rupee. Atau sekitar Rp 70 ribu.
Bandingkan Surabaya-Madiun yang hanya 170 km. Tidak sampai separonya. Tarifnya Rp 150.000. Dua kali lipatnya.

Besoknya saya lewat tol yang lain lagi. Dari Islamabad ke Balakot. Baru selesai setengahnya. Harus exit di ujung jalan yang masih dikerjakan. Masuk ke jalan lama. Sebelum kota Abbottabad.
Tapi saya syukuri saja. Sekalian melihat kota yang begitu banyak sekolahnya. Termasuk pusat sekolah militer. Yang di sebuah rumah di belakang akademi militer itulah Osama Bin Laden disergap. Menjelang subuh 2 Mei 2011. Oleh tentara khusus AS yang naik dua helikopter Black Hawk. Yang terbang selama 1,5 jam dari Afganistan. Mendarat di halaman rumah itu.
Kota Abbottabad ternyata besar sekali. Juga sangat padat. Dengan rumah miskin. Sampai ke lereng-lereng gunungnya.

Melihat padatnya lereng gunung itu saya teringat kota Madellin. Saat saya ke  Colombia. Mirip sekali.
Melintasi kota Abbottabad ini kendaraan hanya bisa merayap. Di jalan aspal yang berdebu. Truk, bus, angkot, sepeda motor berebut celah.
Penat sekali. Dari ujung kota ini memerlukan waktu satu jam sendiri. Untuk ke ujung kota lainnya.
Saya membayangkan lagi lewat di Pamulang. Di Jakarta selatan. Atau sekitar bandara Pondok Cabe. Ruwet sekali.
Lebih sumpek lagi karena saya kepikiran disway. Hari itu saya belum menulis DisWay untuk besok paginya. Mobil ini terlalu bergoncang untuk menulis. Banyak lubang di jalan. Atau polisi tidur.
Selepas Abbottabad mungkin baru bisa menulis. Ternyata tidak. Jalannya penuh tikungan. Di sela-sela tebing gunung yang tinggi. Jalannya juga tidak mulus.
Inilah jalur utama menuju Kashmir. Melewati jalan bercabang di pertigaan setelah Abottabad.
Tapi saya ikuti jalan yang lurus. Menuju Balakot. Yang kalau diteruskan sampai perbatasan dengan Xinjiang, Tiongkok. Tinggal 50 km lagi dari Balakot.
Saya tidak sampai perbatasan itu. Berhenti di Balakot. Daerah yang 13 tahun lalu hancur total oleh gempa bumi. Yang penduduknya tinggal di lereng-lereng gunung berbatu. Yang puncaknya masih bersalju. Pun sampai akhir Maret ini. Di balik gunung itulah wilayah Kashmir. Yang lagi panas. Dua pesawat India ditembak jatuh.
Pesawat itu lagi mengincar satu kampung di daerah ini. Yang dianggap pusatnya ekstrimis –atau pejuang gigih– Kashmir.
Wilayah ini termasuk kaki pegunungan Himalaya. Karena itu puncak-puncaknya masih bersalju.
Penduduk setempat juga tinggal di sepanjang lembahnya. Yang di situ  mengalir sungai berbatu. Indah sekali. Salju di atas. Air jernih mengalir di bawah. Dengan udara sejuk 17 derajat.
Saya minta sopir untuk berhenti. Tidak ada restoran bagus. Tidak ada hotel bagus. Hotel-hotel hancur saat gempa. Yang sudah kembali  dibangun pun baru hotel dan restoran kelas darurat.
Saya mampir di situ. Duduk di kursi santai. Di pinggir sungai berbatu. Menghadap ke puncak bersalju. Di situlah saya menulis DisWay edisi kemarin.

Tapi saya tidak punya internet. Ufone saya tetap tidak berfungsi. Bagaimana harus kirim naskahnya?
Teman-teman Pakistan sayalah yang menolong. Memberikan akses personal hotspot.
Tahun depan daerah ini sudah tidak sulit lagi ditempuh. Tiongkok lagi membangun Motorway sepanjang 900 km. Tidak perlu terlalu berkelok. Gunung-gunung itu di tembus dengan terowongan.
Saya hanya 1 jam di Balakot. Setelah berbincang dengan mereka saya putuskan tidak bermalam di situ. Senja itu juga menuju Peshawar. Empat jam perjalanan lagi.
Kota Peshawar adalah  perbatasan Pakistan dengan Afganistan. Kebetulan sopir saya ini asli Peshawar. Bahkan sukunya Pastun. Yang menjadi suku mayoritas di Afganistan. “80 persen penduduk Peshawar suku Pastun,” katanya.
Ternyata juga sudah ada jalan tol sampai Peshawar. Itu pun sudah jam 11.00 malam. Baru tiba.
Saya lagi-lagi dibawa ke penjara. Yang tembok kusamnya tinggi. Yang di atas temboknya bergulung-gulung kawat berduri. Yang di pojok atas tembok itu ada pos jaganya. Dengan tentara bersenjata.
Pun mobil kami tidak boleh masuk. Harus parkir di luar tembok. Di pinggir jalan raya. Tas harus digeledek ke pintu gerbang. Diperiksa dua kali. Oleh barisan tentara bersenjata laras panjang.
Itulah hotel bintang lima di Peshawar. Yang di balik pintu gerbang itu ada pos jaga lagi. Dengan lubang kecil di dindingnya. Dari lubang itu muncul ujung senjata. Milik sniper yang berjaga di dalamnya.

Untuk ke loby saya melewati taman kecil. Dengan beberapa pohon agak tinggi. Di balik pohon itu ternyata juga ada tentara bersenjata.
Tapi saya tidak merasa lelah. Juga tidak merasa tertekan. Tertutup oleh banyaknya tantangan di perjalanan panjang. Juga oleh kenyataan kota Peshawar sudah bisa mulai berbenah.
Di beberapa sudut kota jalannya dilapisi aspal baru. Di sekeliling kota juga sedang dibangun jalur busway. Berupa jalan layang.

Sisa-sisa kesedihan perang memang masih terlihat. Tapi optimisme mulai muncul. Sedikit. Perang panjangnya memang terjadi di Afganistan. Tapi dampak babak belurnya memang telah menimpa sampai ke Peshawar.

Afganistan yang makan pulut. Pakistan yang tertimpa kulit nangkanya. (Dahlan Iskan)

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/28/motorway-murah/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi