Halaman

Rabu, 20 Maret 2019

Ayo Perangi Hoaks

Perangi Hoax
DISKUSI : Akademisi dari Unisma Rahmat Nuryono (kiri), Pimpinan Redaksi Radar Bekasi Zaenal Arifin (tengah), dan Ketua Bawaslu Kota Bekasi Tommy Suswanto (kanan) saat diskusi seminar tentang mewujudkan media yang independent dan netral dalam upaya menangkal berita hoax jelang pemilu serentak 2019 di Kota Bekasi di Kampus Unisma
Ayo Perangi Hoaks – Media diminta untuk dapat mengantisipasi berita bohong atau hoaks  yang menjamur jelang pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019. Pasalnya, media dinilai memiliki peran besar untuk memerangi kabar bohong yang beredar dimasyarakat melalui media social.
Hal ini menjadi tema diskusi dalam seminar daerah yang diaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (Himawan) Fakulas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Islam 45 (Unisma) Bekasi, kemarin. Mahasiswa menilai bahwa kemajuan ilmu dan tehnologi tidak hanya memberkan dampak positif bagi kehidupan manusia namun juga menciptakan dampak negativ.
Maraknya berita bohong dewasa ini dinilai menggiring pembaca untuk menciptakan opini negativ, fitnah dan menebar kebencian ditengah masyarakat. Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, Pimpinan Redaksi Radar Bekasi, Zainal Arifin menuturkan, berita bohong muncul di media sosia. Sementara untuk media pada umumnya sulit untuk dimasuki berita-berita bohong.
Zaenal juga menyampaikan perlunya peran serta media dalam menanggulangi berita bohong, pasalnya media ini memiliki peran vital dimana ia bisa berfungsi untuk memecah belah bangsa jika berita yang
disajikan merupakan berita bohong yang dapat memprofokasi masyarakat.
“Media sangat bertanggung jawab terhadap pembaca, kalau tidak dilakukan pengetatan maka akan membuat kacau. Media berpotensi memecah belah bangsa. Ayo masyarakat Kota Bekasi kita perangi Hoaks,” katanya, Selasa (19/3).
Sementara itu Kepala Program Studi (Kaprodi) Ilmu Administrasi Negara fakultas Fisip Unisma Bekasi, Adi Susila mengatakan bahwa tema yang diusung dalam seminar daerah tersebut sangat relevan dengan permasalahan yang saat ini dihadapi oleh masyarakat.
Ia melihat berita bohong kerap menghantui masyarakat menjelang pemilu serentak terutama pada pemilihan presiden dan wakil presiden. “Dari sisi topiknya saya lihat memang relevan banget ya, menjelang pemilu dan salah satu problem kita saat ini adalah isu hoax itu,” katanya.

Berita bohong yang dinilai Adi menarik perhatian masyarakat. Dia berharap tidak sampai menimbulkan kegaduhan dan menimbulkan korban ditengah-tengah masyarakat. Dia meminta kepada media untuk menjawab pertanyaan bagaimana untuk menanggulangi berita bohong tersebut.
Menyoroti sedikit terkait dengan pemilihan umum tahun 2019 ini, menurutnya masyarakat seolah terbagi kedalam dua kubu. Sampai saat ini dia masih mengamati apakah terbelahnya masyrakat menjadi dua kubu ini adalah buah dari kabar bohong yang beredar atau memeng dipola menjadi dua kubu.
“Mungkin bukan dari hoaks nya dulu ya, saya nggak tahu ini karena calonnya cuma dua sehingga masyarakatnya terpolarisasi menjadi dua kubu, masing-masing dua kubu itu saya kira banyak relawannya entah simpatisannya gitu yang kemudian membanjiri dengan hoaks. Nah duluan
mana ini terpolarisasi menjadi dua kemudian ada hoax atau hoax dulu kemudian terpolarisasi menjadi dua,” terangnya.

Sementara itu, ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi Tomy Suawanto mengapresiasi partisipasi yang ditunjukkan oleh mahasiswa untuk ikut mengambil peran dalam proses pemilihan umum yang dilaksanakan pada tahun 2019 ini.
Menurutnya seminar ini merupakan bagian dari usaha mahasiswa untuk menciptakan literasi pemilih melalui diskusi baik mengenai tahapan pemilu, proses penyelenggaraan pemilu maupun atmosfir peserta pemilu.
“Kita juga bawaslu kota bekasi mengaja kepada ade-ade untuk mencptakan pesta demokrasi di Kota Bekasi ini bisa good demokrasi dan clean demokrasi melalui partisipasi aktif parlementer yang diisi oleh ade-ade mahasiswa yang memang memiliki literasi, yang memang memiliki sisi akademisi sehingga pelaksanaan itu bisa terwujud di Kota Bekasi,” ungkapnya.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/20/ayo-perangi-hoaks/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Selasa, 19 Maret 2019

Cabor Menanti Jalannya Program PPOPD

Cabor Menanti Jalannya Program PPOPD
Sejumlah atlet panjat tebing Kabupaten Bekasi tengah menjalani latihan. Cabor menanti jalannya program PPOPD.
Cabor Menanti Jalannya Program PPOPD – Sejumlah Cabang Olahraga (cabor) di Kabupaten Bekasi menanti jalannya program Pusat Pelatihan Olahraga Pelajar Daerah (PPOPD). Pasalnya, cabor yang sudah diverifikasi belum sepenuhnya berjalan dalam proses binaan atlet.

Ketua Umum Persatuan Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) Kabupaten Bekasi, Adi Maryadi mengakui, takraw menjadi salah satu cabor yang masuk PPOPD. Meskipun demikian, atlet yang sudah direkrut belum memiliki jadwal untuk menjalani latihan.
“Setahu saya dinas tidak melibatkan pasti secara langsung cabor, tapi melibatkan guru saja. Saya sendiri sudah dengar kalau takraw masuk PPOPD,” ujar Adi kepada Radar Bekasi, Minggu (17/3).
Baginya, atlet binaan menjadi tumpuan dalam perkembangan atlet takraw kedepan. Ia menilai, menjaring atlet takraw akan lebih efektif bila program PPOPD berjalan.
“Kita pasti support. Namun, kita belum tahu persis atlet dan dimana binaan berjalan,” katanya.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum Cabor Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kabupaten Bekasi, Evan Prabowo. Menurut dia, tenis meja sudah masuk binaan sejak 2018 bersama dengan cabor lainnya.
Namun, perkembangan dan jalannya program binaan masih belum terlihat. Begitupun, dengan lokasi binaan yang dilakukan.
“Saya enggak dilibatkan dari awal juga. Memang semuanya guru yang memberikan latihan dan binaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Olahraga pada Disbudpora Kabupaten Bekasi, Asan Asari mengatakan, wewenang sepenuhnya program PPOPD ada di pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wibawa Mukti.

“Langsung saja ke bagian UPTD Wibawa Mukti,” imbuhnya.
Sedangkan, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana pada Disbudpora Kabupaten Bekasi, Deny Rusnandi menegaskan, sarana dan prasarana mestinya sudah memadai.
Menurut dia, ada lima Cabor yang belum melakukan pembinaan. Yakni sepak takraw, renang, atletik, silat dan taekwondo. “Pembinaannya baru akan dilaksanakan tahun ini karena tahun kemarin baru dilaksanakan penjaringannya,” tukasnya.

Adapun cabor yang sudah melakukan pembinaan yakni sepak bola, basket, tenis meja, dan bola voli. Ada lima Cabor yang akan masuk ke program ini, yakni futsal, karate, panjat tebing, angkat besi, dan gulat.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/18/cabor-menanti-jalannya-program-ppopd/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Buang Sampah ke TPST Bantargebang

Buang Sampah ke TPST Bantargebang
Sejumlah pemulung di bantaran Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) Desa Sumberjaya
Buang Sampah ke TPST Bantargebang – Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana akan membuang sampah diwilayahnya ke TPST Bantargebang, Kota Bekasi. Sejauh ini, koordinasi ke Pemprov DKI Jakarta sebagai pengelola TPST tersebut pun telah dilakukan.
Keputusan itu diambil Pemkab Bekasi lantaran TPA Burangkeng masih ditutup oleh warga sekitar sejak Senin (4/3). Hal itu menyebabkan menjamurnya tumpukkan sampah di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Suprianto menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait dengan TPA Bantargebang. Supaya, sampah yang ada di Kabupaten Bekasi bisa diangkut.
“Pada intinya, TPA Bantargebang mempersilahkan sampah kita (Kabupaten Bekasi) dibuang kesana, dengan catatan dibuat MoU dulu antar Pemda Bekasi dengan DKI,” kata Dodi saat dihubungi, Sabtu (16/3).
“Tapi kita tunggu besok, bisa dibuka apa tidak TPA Burangkeng,” sambungnya.
Menurutnya, surat kerjasama tersebut sudah selesai dibuat dan akan diberikan kepada Plt Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja untuk ditandatangani.
“Dalam waktu dekat Senin (18/3) (hari ini) kita akan berkirim surat ke DKI untuk kerjasama ini. Ini hanya buat sementara saja, karena dalam keadaan darurat. Mudah – mudahan DKI bisa memalumi. Diusahakan sampah bisa terangkut, karena pejabat di Bantargebang juga menyarankan seperti itu,” jelasnya.

Diakuinya, berbagai upaya sudah dilakukan agar warga dapat membuka TPA Burangkeng. Bahkan, pihaknya sudah menjajikan ADD Desa Burangkeng akan dinaikan sebagai pengganti kompensasi uang bau yang tidak bisa diberikan.

Namun, perwakilan kepala dan warga Desa Burangkeng tetap meminta uang kompensasi. Padahal, bedasarkan peraturan yang ada, kompensasi beruapa uang tidak bisa diberikan.
“Karena uang kompensasi tidak bisa diberikan, penggantinya ADD Desa Burangkeng akan dinaikan. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada tanggapan yang baik dari perwakilan warga Burangkeng,” ujarnya.

Sementara itu, Asda III Kabupaten Bekasi, Suhup tidak menjawab saat dihubungi melalui telpon terkait dengan rencana untuk membuka TPA Burangkeng yang bakal dilaksanakan jika warga tetap menutupnya.
Sebelumya diberitakan, Pemkab Bekasi juga batal untuk membuka TPA yang sudah 12 hari ditutup warga sampai dengan Jumat (15/3) lalu. Alasannya, karena Pemkab Bekasi masih melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga melalui Kepala Desa Burangkeng, Nemin.
Asda III Setda Pemkab Bekasi, Suhup mengaku telah berdialog dengan Nemin untuk membahas perihal TPA Burangkeng. Dan keputusan rapat, kepala desa diberikan kesempatan untuk memberikan pengertian kepada warga, agar TPA Burangkeng bisa dibuka.
“Hari ini memang opsi terakhir, kita sampaikan kepala desa, agar warga mau membuka TPA. Nanti kepala desa akan menyampaikan kepada warganya,” ujanya.
Pihaknya belum dapat memastikan kapan TPA Burangkeng bakal dibuka. Karena, menunggu laporan dari kepala desa setempat.

“Kita hanya menghindari semaksimal mungkin konflik, pada akhirnya tetap kita buka. Tapi kita belum bisa memastikan kapan dibukanya. Antara Sabtu, Minggu, dan Senin. Itu pengin kita,” katanya.

Berbeda dengan Suhup, Kepala Desa Burangkeng, Nemin menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan dari pertemuan yang dilakukan bersama dengan pihak Pemkab Bekasi.
Mengenai pernyataan Pemda mengenai kepala desa harus memberikan pengertian kepada warga, Nemin mengaku tidak bisa. Karena, menurut dia, persoalan ini merupakan kewenangan Pemkab Bekasi.
“Kalau saya enggak bisa lerai warga, yang ada nanti saya dituntut oleh warga, karena tidak bisa menyampaikan aspirasi warga Desa Burangkeng. Takutnya nanti kalau saya ikut campur terlalu jauh, yang ada saya jadi bulan-bulanan masa,” ujarnya.

Sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/18/hadirkan-bale-pajak-di-sejumlah-titik/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Ratusan TKK Diputus Kontrak

Terpaksa Pinjam Uang Ke Tetangga
Pegawai Tenaga Kerja Kontrak
Ratusan TKK Diputus Kontrak – Sejumlah Pegawai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dilingkungan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mulai dikurangi pada awal tahun ini. Puluhan TKK di putus kontrak kerjanya dikarenakan tidak disiplin. Bulan Maret 2019 ini sekitar 141 TKK Damkar di pindah tugaskan kesejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), 42 TKK di tugaskan di sejumlah Puskesmas dan 99 TKK di pindah ke Kantor Kecamatan.

Hal tersebut dikarenakan OPD yang ada mengalami kekurangan Pegawai karena TKK di Damkar memiliki kelebihan Pegawai sehingga TKK di pindah tugaskan untuk membantu OPD yang membutuhkan Pegawai.
“Memang kita pindah tugaskan pegawai kita ada yang di Puskesmas dan Kantor Kecamatan total sampai saat ini 141 pegawai yang sudah kita pindahkan,” Kata Kepala Damkar Kota Bekasi, Aceng Solahudin , kemarin Minggu (17/3).
Sebelumnya, kata Aceng, ada 72 pegawai Damkar yang di seleksi untuk di tugaskan di Puskesmas tetapi yang berhasil lolos atau lulus sebanyak 42 orang sehingga untuk di puskesmas yang berhasil 42 orang.
Kalau untuk 99 TKK Damkar itu memang di butuhkan di 12 Kecamatan, karena mereka kekurangan dan kita punya cukup pegawai sehingga kita pindahkan mereka untuk di tugaskan ke Kecamatan yang membutuhkan pegawai. “Mereka yang saya pindahkan itu memang kebutuhan OPD, ya kalau OPD minta di kurang pegawai ya bisa dikurang,” ucapnya.

“Saya pikir pemindahan TKK yang ada di Damkan bukan karena Overload, tapi mereka akan sangat dibutuhkan kalau menjadi petugas Pamor,” tambahnya.

Menurutnya, TKK Damkar yang di pindahkan ke Puskesmas dan Kecamatan itu TKK Damkar kebanyakan dari staff dan ada 1 Danru Damkar yang kita pindahkan karena memiliki latar belakang pendidikan Serjana Manajemen dan Akutansi.

“Meskipun 1 Danru ada yang pindah dan berhasil lulus dan saya punya prinsip begini bekerja dimana saja sama saja lah ya. Dan mungkin ini kan menjadi pengalaman baru. selain itu, pemindahan ini bukan karena mereka kurang disiplin mungkin akan pindah ke OPD lain itu adalah hal biasa,” tandasnya.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/18/ratusan-tkk-diputus-kontrak/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Jumat, 15 Maret 2019

600 Kuota Pelatihan di BLKK Agus Salim

600 Kuota Pelatihan di BLKK Agus Salim
Pelatihan BLKK Agus Salim
600 Kuota Pelatihan di BLKK Agus Salim Selain pelatihan kerja dan sertifikasi di Balai Besar Latihan Kerja (BBLK) Cevest di Jalan Guntur, Pemerintah Kota Bekasi juga memiliki kuota pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja Kompetensi (BLKK) Jalan Agus Salim No 206, Bekasi Timur.
“Kita punya 600 kuota di BLKK Jalan Agus Salim, Bekasi Timur yang berada di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Jabar,” kata Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Sudirman, Selasa (5/3).
Hampir sama dengan pelatihan kerja di BBLK Cevest, pelatihan kerja di BLKK Agus Salim juga meliputi banyak program pelatihan.

Program pelatihan terdiri dari kejuruan welding atau las, kejuruan otomotif, kejuruan manufaktur, kejuruan listrik, kejuruan elektronika, kejuruan refrigeration, dan garmen apparel.
“Kemudian ada kejuruan TIK untuk pemrograman web-practical office,” jelas Sudirman.
Menurutnya, tahun 2019 ini masyarakat Kota Bekasi memiliki kesempatan besar dalam meningkatkan kompetensi kerja. Apalagi, pelatihan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dalam bidangnya.

Dengan meningkatnya kompetensi, maka peserta pelatihan kerja dan sertifikasi memiliki daya saing yang tinggi.

“Tenaga pelatihnya itu adalah instruktur BLKK yang berpengalaman, sesuai bidang kejuruan. Jadi dapat dipastikan peserta pelatihan mendapatkan ilmu yang mereja butuhkan,” pungkasnya

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/06/600-kuota-pelatihan-di-blkk-agus-salim/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Dewan Usul Bekasi Pisah dari Jabar

Dewan Usul Bekasi ‘Pisah’ dari Jabar
Sejumlah pengendara bermotor melewati jalan berlubang di jalur Cikarang
Dewan Usul Bekasi Pisah dari Jabar – Rasanya ingin ‘pisah dari Provinsi Jawa Barat’ (Jabar). Itulah kalimat yang dilontarkan Anggota Dewan Perwakikan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, Kardin saat dimintai komentar masih banyaknya jalan Provinsi yang rusak parah.
“Saking kesalnya, saya pengen pidah aja dari Bekasi,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabuppaten Bekasi ini, Kamis (7/3).
Ia mencontohkan, jalur Cikarang- Cibarusah yang merupakan jalan provinsi, dan sebelumnya ditargetkan rampung tahun 2019, tak kunjung dikerjakan. Sebab, di wilayah tersebut volume kendaraan tinggi saat pagi dan sore hari.

“Sebelumnya sudah ada kabar pembebasan lahan di beberapa ruas jalan yang diperlukan untuk perluasan. Saya sudah dengar dan sampaikan agar segera dibangun,” tuturnya.
Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, Jalan Cikarang- Cibarusah merupakan satu jalur dan menghubungkan tiga kecamatan sekaligus, yakni Cikarang Selatan, Serang Baru Hingga Cibarusah.
Kardin mengakui, bahwa ada banyak karyawan pabrik dari Kabupaten Bogor melewati jalur tersebut. Setiap pagi dan sore, jalur satu kendaraan penuh, sekarang rusak parah juga.

“Kondisinya sangat memprihatinkan dan cukup menggaggu,” beber Kardin.
Sebelumnya,  Camat Cikarang Selatan, Sopyan Hadi menuturkan, masalah jalan rusak di wilayah itu memang sudah sejak lama dan telah diusulkan. Namun hingga saat ini tak kunjung terealisasi.
“Memang jalan yang rusak lubangnya cukup besar, apalagi kalau hujan, air menggenang, dan pengendara sepeda motor kerap terjatuh,” ujar Hadi.

Menurut Hadi, harusnya pelebaran jalan mulai dilakukan, karena pembebasan lahan sudah beres.
“Ini mah ada perbaikan cuma sedikit doang, kami juga tidak suka melihatnya. Kalau perbaikan itu harusnya semua atau total,” saran Hadi.

Mantan Camat Tambun Utara tersebut menambahkan, sudah meminta Dinas PUPR Kabupaten Bekasi dan Anggota DPRD Jawa Barat, untuk segera mendorong agar jalan tersebut diperbaiki, karena  sudah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.

sumber : https://radarbekasi.id/2019/03/08/dewan-usul-bekasi-pisah-dari-jabar/




Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi

Jumat, 08 Maret 2019

Dorong jadi Kota Kreatif

Dorong jadi Kota Kreatif
Penghobi olahraga skateboard menunjukan aksinya di Taman Tugu Skatepark, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan
Dorong jadi Kota Kreatif – Kota Bekasi saat ini digadang-gadang menjadi Kota kreatif. Pasalnya, Kota dengan 12 kecamatan ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dijadikan kota kreatif. Demikian ditegaskan Sekertaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi,Eka Hidayat usai menerima tim assessment Provinsi Jawa Barat, belum lama ini.

Menurutnya, kedatangan tim assessment guna mengkaji dan menggali potensi KotaBekasi untuk dipilih sebagai salah satu kota kreatif di Jawa Barat.”Ya, saat ini sedang digali potensi yang ada di kota Bekasi untuk menjadikan kota kreatif,”tegasnya.

Hasil dari assessment yang dilakukan selama dua hari tersebut, Eka mengaku belum mengetahui. Ia mencontohkan peranan yang coba untuk difokuskan dalam mendorong kota Bekasi sebagai kota yang Kreatif yakni dengan mensinergikan beberapa aspek.
Pengrajin boneka yang terdapat di kota Bekasi selama ini dinilai belum mampu untuk emnunjuk kan nilai kreatif terkait engan hasil produksinya. Mereka dinilai masih belum mampu menciptakan nilai kreatif tersebut melalui design boneka yang dihasilkan.
Maka sinergisitas antara pengusaha boneka tersebut dengan komunitas-komunitas yang ada di Kota Bekasi seperti komunitas design dibutuhkan guna menambah nilai kreatif dalam produk yang dihasilkan.
Saat ditanya mengenai gedung kreatif center yang akan dibangun dilapangan multiguna, ia mengakumenjadisalah satu komponen yang dibahas. Eka mengaku bahwa pembangunan gedung kreatifcentre tersebut sudah masuk dalam set plan pembangunan provinsi JawaBarat tahun 2019 ini.
“Ini adalah bagaimana mengisi gedung itu dengan aktivitas-aktivitasyang kreatif, jangan sampai ntar gedungnya dibangun tidak adaaktifitas, itu kan harus diisi dengan aktifitas-aktifitas kreatif
bukan hanya diisi dengan orang tapi isinya adalah aktifitas-aktifitaskreatif,” terangnya.

Sementara itu,  Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) KotaBekasi, Tedi Hafni Tresnadi megatakan dalam pembangunan gedung kreatifitas pemuda tersebut Kota  Bekasi mendapatkan bantuan sebesarRp9,5 Milyar dari pemerintah Provinsi  Jawa Barat.

“Makanya ada opsi dalam kegiatan gedung kreatif centre yang ada diKota Bandung seperti itu, dednya sekarang sudah ini, mungkin segeralah dilakukan pelelangannya, nanti untuk pelelangannya yang melaksanakan pertama kan tim provinsi kemudian nanti akan diserahkan
ke disperkimtan untuk pelaksanaan pekerjaannya,” katanya.

Didalam gedung yang akan dibangun di kawasan lapangan multiguna Bekasi ini, akan dipergunakan untuk melatih keratifitas pemuda dalam halperfilman, photography, keterampilan digital dan sebagainya.

Sumber :https://radarbekasi.id/2019/03/08/dorong-jadi-kota-kreatif/


Treni Bekasi :
Info Lengkap Terupdate, Trending Topik Bekasi, Berita Bekasi, Informasi Bekasi